Selasa, 27 Desember 2011

KURIKULUM

Posted by SMK Negeri 3 Lhokseumawe 23.33, under | 3 comments


1. Kelompok Mata Pelajaran
Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pada pasal 6 ayat (1) menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas:
            a. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
         b. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
         c. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
         d. kelompok mata pelajaran estetika;
         e. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan.
Kelompok mata pelajaran tersebut dikelompokkan melalui muatan atau kegiatan pembelajaran sebagaimana diuraikan dalam PP No. 19 Tahun 2005 pada pasal 6 ayat (1) dan pasal 7 seperti yang tergambar pada tabel di bawah ini.

Kelompok Mata Pelajaran
Cakupan
Melalui
Agama dan Akhlak Mulia
Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama.
Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, kewarganegaraan, kepribadian, ilmu pengetahuan dan teknologi, estetika, jasmani, olah raga, dan kesehatan.
Kewarganegaraan dan Kepribadian
Membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan agama, akhlak mulia, kewarganegaraan, bahasa, seni dan budaya, dan pendidikan jasmani.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Mengembangkan logika, kemampuan berpikir dan analisis peserta didik.
SMK/MAK
Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, matematika, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, keterampilan, kejuruan, teknologi informasi dan komunikasi, serta muatan lokal yang relevan.
Estetika
Membentuk karakter peserta didik menjadi manusia yang
Memiliki rasa seni dan pemahaman budaya
Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan bahasa, seni dan budaya, keterampilan, dan muatan
Local yang relevan
Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.
Membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas
Dilaksanakan melalui muatan dan/atau kegiatan pendidikan jasmani, olahraga, pendidikan kesehatan, ilmu pengetahuan alam, dan muatan lokal yang relevan.

Selanjutnya dari kelima kelompok mata pelajaran tersebut di atas, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Lhokseumawe masih dijabarkan seperti berikut ini.
Kelompok Mata Pelajaran di SMK Negeri 3 Lhokseumawe terdiri dari :
            a. Kelompok Normatif: Pendidikan Agama, PKn, B. Indonesia, Penjaskes, dan
                Seni Budaya.
           b. Kelompok Adaptif: Matematika, B. Inggris IPA, IPS, KKPI, Kewirausahaan,   
           c. Kelompok Dasar Kejuruan: sejumlah mata pelajaran Dasar Kompetensi Kejuruan.
           d. Kelompok Kompetensi Kejuruan.
           e. Kelompok Muatan Lokal.
            f. Kelompok Pengembangan Diri.


2.Muatan Lokal
Muatan Lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi peserta didik yang disesuaikan dengan ciri khas dan sumber daya sekolah di  Lhokseumawe. Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum SMK Negeri 3 Lhokseumawe. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing sekolah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikulum nasional.
Muatan lokal untuk Kompetensi Keahlian Akuntansi  adalah Akuntansi Advance 

3. Pengembangan Diri
Pengembangan diri meliputi kegiatan terprogram dan tidak terprogram. Kegiatan terprogram direncanakan secara khusus dan diikuti oleh peserta didik sesuai dengan
kebutuhan dan kondisi pribadinya. Kegiatan tidak terprogram dilaksanakan secara langsung oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah yang diikuti oleh semua peserta didik.
a. Kegiatan terprogram terdiri atas tiga komponen:
1) Pelayanan konseling, meliputi pengembangan:
a) Kehidupan pribadi.
b) Kemampuan sosial.
c) Kemampuan belajar.
d) Wawasan dan perencanaan karir.
2) Ekstra kurikuler, meliputi kegiatan:
a) Kepramukaan.
b) Latihan kepemimpinan, ilmiah remaja, palang merah remaja.
c) Seni, olahraga,  keagamaan.
3) Dakwah Sistem Langsung /Menitoring Agama
Dakwah Sistem Langsung /Mentoring Agama dimaksudkan untuk membentuk sikap mental peserta didik dengan materi keagamaan, peserta didik menunjukkan perilaku Akhlaqul Karimah yang tercermin dalam cara memberi salam, cara berbicara, perilaku dan aktualisai kehidupan ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari dengan bimbingan dan tuntunan kaifiyah Ibadan yang benar sesuai dengan ajaran Agama dengan pendekatan DSL (Dakwah Sistem Langsung) SMK Negeri 3 Lhokseumawe, hal ini tercermin kejujuran dalam mengerjakan tugas-tugas selalu mandiri dan bebas dari perbuatan tercela/nyontek sehingga prestasi yang di ukir selalu ada peningkatan seiring dengan berjalannya waktu.
Kesungguhan dan kesadaran peserta didik dalam mengikuti seluruh kegiatan secara benar, senang dan hati yang lapang akan membuka kunci kesuksesan dalam mempersiapkan diri menjadi manusia yang produktif, dan enterpreneur.
Dakwah Sistem Langsung dilaksanakan pada setiap minggu sekali diluar jam pelajaran yaitu pada hari Jum’at dengan alokasi waktu 1 jam pelajaran yang dimulai pukul 07.30 s.d 08.15. Kegiatan ini diciptakan dalam suasana yang menyenangkan dengan metode yang variatif, melibatkan peserta untuk berperan aktif, riang sehingga fress dan tidak melelahkan sekalipun ditempuh dalam waktu yang panjang dan kegiatan yang padat, kegiatan perlu diselingi dengan kreatifitas seni disela-sela waktu antar materi untuk menyeimbangkan syaraf otak kanan dan kiri.

               b. Kegiatan pengembangan diri secara tidak terprogram dapat dilaksanakan sebagai berikut.
1) Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, seperti: upacara bendera,  ibadah khusus keagamaan bersama, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan diri.
2) Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus seperti: pembentukan perilaku memberi salam, membuang sampah pada tempatnya, mengatasi silang pendapat (pertengkaran).
3) Keteladanan, adalah kegiatan dalam bentuk perilaku sehari-hari seperti: berpakaian rapi, berbahasa yang baik, rajin membaca, memuji kebaikan dan atau keberhasilan orang lain, datang tepat waktu.


            4. Pengaturan Beban Belajar
a.  Alokasi waktu kelompok adaptif dan kelompok dasar kejuruan serta kelompok kejuruan disesuaikan dengan kebutuhan Kompetensi Keahlian dan dapat diselenggarakan dalam blok waktu atau alternatif lain.
b. Materi Dasar kejuruan dan Kompetensi Kejuruan sesuai dengan kebutuhan Kompetensi  Keahlian untuk memenuhi standar kompetensi kerja.
                  c.  Pendidikan SMK diselenggarakan dalam bentuk pendidikan sistem ganda.
          d.  Alokasi waktu satu jam pelajaran tatap muka adalah 45 menit.
          e.  Beban belajar SMK meliputi kegiatan pembelajaran tatap muka, praktik di
               sekolah dan kegiatan kerja praktik di dunia usaha/industri ekuivalen dengan 42  
               sd. 44 jam pelajaran perminggu.
                  f.  Minggu efektif penyelenggaraan pendidikan SMK adalah 40 minggu.
          g. Lama penyelenggaraan pendidikan SMK 3 tahun
           
            5. Strategi Pelaksanaan Pembelajaran
            a. Strategi Pembelajaran Dengan Belajar Tuntas perkompetensi
Strategi Pembelajaran di SMK Negeri 3 Lhokseumawe menuntaskan setiap kompetetensi baru dilanjutkan kekompetensi berikutnya.


            b. Pendekatan Pembelajaran
Dalam penyelenggaraan pembelajaran di SMK Negeri 3 Lhokseumawe agar berjalan efektif maka diterapkan pola pendekatan pembelajaran sbb.:
       
      1) Pembelajaran Tuntas ( mastery learning);
                        Pembelajaran tuntas merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan penguasaan materi (topik/kompetensi) yang dipersyaratkan untuk tingkat kemampuan tertentu. Peserta didik boleh pindah pada materi lain bila materi yang dipelajari sudah dikuasai secara tuntas, jika peserta didik belum mencapai kriteria minimal kompeten, harus mengulangi sampai berhasil.
Agar ketuntasan belajar mencapai 100 %, maka dilakukan program remedial dan perbaikan secara terjadual dengan menyedia kan jam ke ; 9-10 sebagai jam perbaikan dan pengayaan atau diwaktu/bulan yang lain atas dasar kesepakatan bersama antara guru dan peserta didik.
  2)   Pembelajaran Berbasis Produksi;
Pembelajaran berbasis produksi merupakan interaksi antara guru dan peserta didik dari KBM yang mengacu pada proses produksi untuk mencapai kompetensi/sub kompetensi tertentu. Pendekatan pembelajaran ini akan memiliki muatan ganda, yaitu ketrampilan dan menghasilkan komoditi/jasa mupun produk. Ini yang diarahkan untuk mengisi kebutuhan pasar dan penjual. Pendekatan ini menggabungkan tiga aspek secara sistimatik dan sistimatis yaitu; Aspek pembelajaran dalam proses pemelajaran di sekolah, Aspek ekonomi yang mencakup pengenalan dunia bisnis berupa harga “delivery time”, efisiensi bahan, kepuasan pelanggan, dsb. Aspek industri dalam bentuk penguasaan keterampilan, sikap dan sikap kerja industri yang terstandar.
3)   Pembelajaran Mandiri;
KBM yang memposisikan peserta didik sebagai subyek yang mampu mengelola proses pembelajaran secara swakelola (mandiri). Dalam pembelajaran mandiri, peserta didik harus mampu menyiapkan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan dan menilai proses dan hasil pemelajaran, dengan cirri sebagai berikut:
a) Guru memberikan asistensi jika diperlukan.
b) Peserta didik lebih aktif dan dinamis.
c) Kegiatan pemelajaran bersifat swakelola.
4)  Pembelajaran Berbasis Kompetensi;
Interaksi antara guru dan peserta didik dalam KBM yang mengacu pada penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap secara utuh dan menyuluruh.

     5) Pembelajaran Berwawasan Lingkungan;
                     Proses KBM yang memasukkan dasar-dasar pendidikan lingkungan hidup secara terintegrasi dalam setiap materi pembelajaran.
6) Pembelajaran Berbasis Normative dan Adaptif;
Pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses pembentukan watak, sikap, kepribadian, ekonomi. Dengan pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan tamatan yang memiliki norma-norma sebagai makhluk sosial dan kematangan, serta memiliki potensi dalam mengembangkan diri sesuai dengan tuntutan perkembangan IPTEK/Global.Untuk itu dikembangkan Pendidikan Dakwah Sistem Langsung.

            c. Tempat Pembelajaran
Susunan Kurikulum SMK Negeri 3 Lhokseumawe terdiri dari program normatif, adaptif, produktif , program pengembangan diri dan muatan lokal dengan pengembangan kompetensi lulusannya sesuai dengan standar kompetensi lulusan masing-masing program keahlian yang mengacu pada standar kompetensi nasional (SKN) dan level-level kopetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum SMK Negeri 3 Lhokseumawe
Masa pendidikan di SMK Negeri 3 Lhokseumawe adalah 3 tahun . Alokasi waktu belajar berkisar antara 1044 jam pelajaran untuk selama waktu pendidikan. Durasi pembelajaran 45 menit per jam pelajaran dan praktik kerja industri dilaksanakan selama 3 sampai 12 bulan dengan menggunakan alokasi waktu pembelajaran program produktif.
Pola penyelenggaraan pembelajaran dilaksanakan secara terpadu melalui pola pendidikan sistem ganda dengan pengaturan sebagai berikut ;
1) Pembelajaran di sekolah
Melakukan pembelajaran prograan normatif, adaptif dan produktif, untuk pembelajaran produktif ditekankan pada penguasaan dasar-dasar keahlian serta penguasaan alat dan teknik bekerja yang tepat, bila memungkinkan dapat melibatkan unsur industri dalam proses pembelajarannya. Disamping itu dikembangkan kelas wirausaha dan pengelolaan Unit Produksi.

2)  Pembelajaran di Industri / dunia kerja
Kegiatan pelatihan di industri / dunia usaha dilaksanakan sesuai program bersama yang telah disepakati dan dilengkapi dengan jurnal kegiatan, daftar kemajuan pelatihan, perangkat monitoring dan asuransi kecelakaan kerja. Untuk pelaksanaannya dilakukan langkah-langkah berikut;
(a) Pengkondisian Prakerin;
Sebelum peserta didik melaksanakan praktik industri, peserta didik melaksanakan praktik di sekolah dan atau sekolah mendatangkan guru tamu dari industri atau dunia usaha.
(b) Pemprograman Bersama;
Program Prakerin dibuat bersama antara sekolah  dengan DU/DI agar apa yang akan dikerjakan peserta didik selama praktik industri bisa diketahui bersama.
(c)  Guru Tamu;
   Sekolah secara priodik mendatangkan guru tamu yang akan memberi informasi tentang dunia industri untuk menambah wawasan peserta didik.

6. Pendidikan Kecakapan Hidup
Pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk menghadapi perannya dimasa datang.
Secara khusus Pendidikan kecakapan hidup bertujuan untuk
a. Mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi.
b. Merancang pendidikan agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi kehidupannya dimasa yang akan datang.
c. Memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai prinsip pendidikan berbasais luas.
d. Mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang ada dimasyarakat, sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah
Pendidikan kecakapan hidup mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional.
                         
7. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global merupakan bagian dari semua mata pelajaran yang diajarkan di Program Keahlian Akuntansi. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh akreditasi



3 komentar:

Hallo,
Universitas gunadarma sekarang telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2013-2014, untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi situs nya di http://pendaftaran.gunadarma.ac.id/2013/

Hallo,
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jakarta sekarang telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2013-2014, untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi situs nya di http://www.jak-stik.ac.id/informasi-pendaftaran

Hallo,
Universitas Gunadarma telah membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2014-2015, untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi situs nya di http://www.pendaftaran.gunadarma.ac.id/2014

Poskan Komentar

Silahkan memberikan komentar dengan kata-kata yang bijak.

Terimakasih

Admin

Share It

Facebook Share

Chat Room

Chat Room

Create a Meebo Chat Room